Timnas Brasil kembali harus menelan hasil mengecewakan. Selecao
nyaris dipermalukan Rusia di laga persahabatan yang digelar di markas
Chelsea,
Stamford Bridge, Senin 25 Maret kemarin. Beruntung, Brasil mampu
mencetak gol penyeimbang di penghujung laga setelah sempat tertinggal di
menit 73 oleh gol Viktor Fayzulin.
Fred menyelamatkan Tim Samba
dari kekalahan lewat golnya dimenit ke-90. Mantan striker Olympique Lyon
itu memanfaatkan umpan tarik Marcelo. Hasil buruk ini menjadi sinyal
bahaya bagi ambisi Brasil yang berstatus tuan rumah untuk meraih gelar
juara keenam di Piala Dunia 2014.
Pasalnya, ini adalah hasil
imbang kedua beruntun yang diraih Brasil. Sebelumnya, tuan rumah Piala
Dunia 2014 itu ditahan imbang 2-2 oleh Italia. Brasil bahkan harus
takluk 1-2 dari Inggris pada 7 Februari lalu.
Dengan demikian,
Brasil belum pernah menang sejak Luiz Felipe Scolari kembali menangani
timnas Brasil. Pelatih berusia 64 tahun itu diangkat CBF (Asosiasi
Sepakbola Brasil) sebagai pelatih kepala timnas Brasil pada 28 November
2012 lalu, menggantikan Mano Menezes.
Kenyataan ini tak pelak
membuat sejumlah pihak menilai Brasil tidak siap untuk berlaga di
kerasnya turnamen bergengsi sebesar Piala Dunia. Mantan pemain tim
nasional Brasil, Carlos Alberto Torres mengatakan Brasil belum siap
menjadi juara dunia di kampung halaman mereka sendiri.
Torres
mengemukakan banyak pemain muda yang ada di skuad Selecao kini belum
mempunyai mental juara. "Mereka yang sudah pernah bermain di Piala Dunia
tahu jika pengalaman sangat dibutuhkan untuk menjadi juara. Saya tidak
ingat kapan kami bermain bagus dalam 3 tahun terakhir," katanya.
Sementara itu, Scolari memiliki pandangan berbeda. Mantan pelatih
Chelsea
itu menilai Brasil saat ini tetap masih diperkuat para peman terbaik.
Hanya saja dia mengakui jika status tuan rumah menjadi kerugian
tersendiri bagi Brasil.
"Kami memiliki banyak pemain berkualitas.
Yang hilang dari kami hanyalah kesempatan untuk bermain melawan tim
kuat di ajang kualifikasi. Padahal, itu penting untuk melihat reaksi
para pemain dalam sebuah kompetisi," katanya.
Persiapan Buruk Sebagai Tuan RumahRangkaian
hasil buruk yang dipetik Neymar dan kawan-kawan semakin bertambah
dengan molornya persiapan Brasil menjadi tuan rumah Piala Dunia.
Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) bahkan sudah menyampaikan kekecewaannya
dengan persiapan buruk Brasil.
Beberapa stadion yang akan
dipakai sebagai venue Piala Dunia 2014 belum siap. FIFA pun dengan tegas
memberi peringatan kepada Negeri Samba itu agar dapat merampungkan
persiapan tepat waktu. Apalagi, PD 2014 tinggal 500 hari lagi.
FIFA
sebelumnya telah dua kali memberikan izin kepada panitia penyelenggara
untuk memundurkan tenggat waktu kesiapan 6 stadion yang akan dipakai di
Piala Konfederasi 2013. Event ini memang biasanya digunakan sebagai
pemanasan Piala Dunia di tahun berikutnya.
Tapi kini, FIFA tak
ingin memberi kelonggaran lagi. Tenggat waktu terakhir tak bisa ditawar
lagi yakni sampai 15 April 2013. Terutama untuk 6 stadion yang akan
dipakai di Piala Konfederasi. “Tak boleh ada lagi penundaan. Semua
stadion harus siap pada waktunya,” kata Sekjen FIFA, Jerome Valcke.
Meski
telah mendapatkan peringatan, tampaknya stadion terbesar, Maracana yang
akan dipakai untuk menggelar final Piala Konfederasi dan Piala Dunia
2014 takkan mampu memenuhi tenggat FIFA. Karena menurut pemerintah
negara bagian Rio, stadion itu takkan siap dipakai sampai akhir Mei
2013.
Penyebab molornya pembangunan akibat hujan deras yang
mengguyur kota Rio de Jeneiro, Brasil pada awal Maret lalu, sehingga
berakibat fatal terhadap pembangunan stadion Maracana. Stadion terbesar
di Brasil itu sempat terendam banjir yang membuat proyek pembangunan
terpaksa ditunda.
Ternyata bukan cuma stadion yang masih menjadi masalah di Brasil. Pembangunan beberapa
hotel dan bandar udara untuk menerima kedatangan lebih dari setengah juta fans sepakbola masih terbengkalai.
Federasi
Sepakbola Brasil (CBF) juga ikut khawatir dengan keamanan negaranya
jelang Piala Dunia 2014 yang bergulir mulai Juni tahun depan. Rasa tidak
aman itu kembali muncul setelah beberapa insiden buruk yang terjadi
dalam beberapa waktu belakangan.
Terjadi kerusuhan di Porto
Alegre yang membuat lima suporter dilarikan ke rumah sakit. Sebelumnya,
terjadi kebakaran di sebuah klub malam Santa Maria yang menewaskan 231
korban jiwa.
"Itu adalah peringatan jelang Piala Konfederasi
(Juni 2013) dan Piala Dunia. Kami harus bertindak, terutama dari sisi
keamanan. Selain membahayakan nyawa seseorang di stadion, insden ini
bisa membuat orang-orang tidak ingin menonton bola. Kami tidak ingin hal
itu terjadi," tambahnya.
Uulang Sukses Piala Dunia 2002Banyak
pihak boleh mencibir jika situasi buruk Brasil saat ini membuat mereka
dipandang sebelah mata. Namun, menilik pada sukses Tim Samba di Piala
Dunia 2002, rangkaian hasil buruk saat ini bisa menjadi momentum
kebangkitan saat perhelatan Piala Dunia nanti.
Seperti diketahui,
Brasil terseok-seok saat melakoni kualifikasi Piala Dunia 2002 zona
Amerika Selatan. Pelatihnya, saat itu sama, Scolari. Brasil bahkan saat
itu nyaris tidak bisa berpartisipasi di Piala Dunia 2002 karena gagal
bersaing dengan Uruguay dan Kolombia.
Namun, di laga-laga
terakhir kualifikasi, Brasil mampu bangkit dan meraih sejumlah
kemenangan. Hasilnya, Brasil lolos ke Piala Dunia 2002 setelah menduduki
posisi 3 klasemen kualifikasi zona Amerika Selatan melampaui poin
Uruguay dan Kolombia.
Memulai babak penyisihan di grup C, Brasil
kembali sempat tampil tidak meyakinkan setelah hanya menang tipis atas
Turki 2-1 di laga perdana. Namun, lambat laun Brasil mulai menunjukkan
jati dirinya sebagai salah satu tim terbaik di dunia.
Brasil
menggasak China dengan skor 4-0 dan menghajar Kosta Rika 5-2 di dua laga
penyisihan lainnya. Dua kemenangan ini menghantarkan Brasil melaju ke
babak 16 besar setelah menjadi juara Grup C. Di babak 16 besar, sukses
Brasil berlanjut dengan menekuk Belgia 2-0.
Brasil harus
menghadapi lawan kuat, Inggris di babak perempat final. Namun, dengan
performa gemilang bintang saat itu, Ronaldinho, Brasil bisa mengalahkan
Inggris 2-1. Brasil pun melaju ke babak final setelah mengalahkan Turki
1-0 di babak semifinal.
Di babak final, Brasil
mampu mengandaskan perlawanan Jerman dengan mencetak dua gol tanpa balas
hasil sumbangan Ronaldo. Tim Samba juga mengirim Ronaldo sebagai top
scorer dengan koleksi 8 gol.
Dan bintang Brasil saat ini, Neymar berharap sukses tersebut bisa terulang pada Piala Dunia 2014 nanti sebagai tuan rumah.
"Sebagai
tuan rumah Piala Dunia 2014, kami memang berada di bawah tekanan untuk
selalu tampil bagus. Tapi mungkin segalanya akan berubah karena fans
akan membantu kami meraih gelar juara," ujar Neymar seperti dilansir Supersport.